Mungkin ada dewan yang sangat bijak yang bertemu dalam ruang berlapis dinding kayu, berjubah hitam dan secara resmi berdiskusi tentang makna yang ada pada kata-kata. Paling tidak, itulah ide yang anda dapatkan saat orang-orang berbicara tentang makna yang "benar", karena mereka meratapi fakta bahwa mayoritas orang dewasa ini menggunakan makna yang "salah". Para ahli bahasa melihat itu sebagai hal yang lucu, karena "kata" mendapatkan makna saat orang-orang menggunakannya dalam memaknai sesuatu. orang-orang yang terlalu fokus pada ketepatan linguistik salah ketika berasumsi bahwa manual penggunaan kata yang nyinyir dan kamus kadaluarsa menunjukkan makna yang "benar", namun sejatinya yang paling tepat menentukan ketepatan itu adalah penggunaan sehari-hari. jadi, "daging" bermakna daging yang bisa dimakan, alih-alih makanan pada umumnya, bukan karena perubahan kamus, namun karena penggunaan kata sehari-hari yang bergeser. kamus merespon perubahan dalam penggunaan kata, bukan menentukan makna.
Bagaimana persisnya penggunaan sehari-hari bisa menciptakan makna linguistik ? Pilsuf Paul Grice
mengembangkan jawaban yang sangat berpengaruh pada pertanyaan tersebut. Idenya adalah bahwa "makna" fundamental bukanlah makna linguistik, melainkan makna komunikatif. Seseorang bisa memaknai sesuatu dalam upayanya untuk menyampaikan pesannya kepada orang lain, ia bisa mengedip, membunyikan bel, atau menggunakan bahasa dengan tujuan menyampaikan beberapa pesan. Grice menunjukkan bahwa yang memberi makna pada kata adalah bahwa kata distandarisasi sebagai alat untuk menyampaikan hal-hal tertentu. Yang dimaksudkan oleh kata adalah pesan yang bisa disampaikannyasecara standar. Dan itulah penjelasan tentang bagaimana kata digunakan dalam kehidupan sehari-hari, alih-alih bagaimana kata didefinisikan dalam buku-buku referensi.
Semua itu tampaknya sangat inspiratif dan penting. namun, orang-orang yang terfokus pada ketetapan linguistik tidak sepenuhnya salah. Tentu ada komunitas linguistik yang cukup besar yang para anggotanya memperlakukan kamus dan manual penggunaan kata sebagai norma yang harus dihidupkan (tak peduli apakah kata-kata itu bisa menerjemahkan penggunaan sehari-hari). Menurut kalangan ini mereka berbicara secara tidak benar ketika "para ahli" menggunakan demikian; mereka mengikatkan diri pada aturan para ahli.
Tanpa mengurangi rasa hormat pada kamunitas ini, mungkin masuk akal jika dikatakan bahwa kata-kata mereka bermakna seperti yang diinginkan para ahli itu. apakah itu artinya Grice salah ?, mungkin. Dan bukan hanya benar secara linguistik. Jika semakin banyak orang menganggap bahwa Realitas Umum itu klaim yang menyatakan bahwa "segala sesuatu itu relatif", semakin banyak istilah itu digunakan untuk menyampaikan pesan bahwa segala hal itu relatif. Namun, pasti itu akan menjadi kesalahan yang meluas tentang makna "Relativisme Umum"; itu tidak akan menjadi benar. Jadi, mungkin teori Grice memerlukan tambahan untuk mengakomodasi kasus-kasus di mana pemakai bahasa bergantung kepada para ahli bahasa untuk menyelesaikan persoalan makna harfiah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar